Selasa, 30 November 2021

MEDIA PEMBELAJARAN KREATIV: TTS PENGARUH PEMBARUAN ISLAM DI INDONESIA (SKI KELAS XI MADRASAH ALIYAH)

MENDATAR
2. Wanita PUI dan pemuda PUI merupakan … 
5. Tidak ada perbedaan antar sesame umat muslim yang berkedudukan sama adalah pemikiran dari seorang ulama yang bernama…
9. Organisasi islam yang bertujuan untuk memberikan pemahaman islam yang sesuai dengan ajaran Rasulullah bersumber dari Al-Qur’an dan Hadist…
11. Organisasi islam terbesar di Indonesia dan dunia…
13. Kelompok tradisionalis-konservatis menolak kecenderungan pembaratan atau...
14. Pembaruan islam di Indonesia banyak diwujudkan dalam bentuk...
16. Organisasi yang lahir di Yogyakarta pada tanggal 18 november 1912 M adalah…
18. Nahdlatul Ulama berpaham…
19. Tokoh pendiri al-Irsyad adalah seorang ulama yang berasal dari…

 

MENURUN
1. Masuknya ide pembaruan ke Indonesia dengan media majalah-majalah melalui jalur...
3. Presiden yang mengukuhkan Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari sebagai pahlawan nasional…
4. Salah satu prinsip Nahdlatul Ulama untuk bersiakap toleran adalah…
6. Majlis Syuro Muslimin Indonesia…
7. Fatwa jihad yang dikumandangkan oleh KH. Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 Oktober 1945 adalah…
8. Sekolah guru untuk memenuhi kebutuhan guru di madrasah-madrasah Persyarikatan Oelama...
10. Syarikat dagang islam didirikan sebagai wadah perkumpulan dan pergerakan bagi para pedagang muslim pribumi yang menjadi cikal bakal berdirinya…
12. Persatuan umat islam…
15. Jam’iyatul Khair didirikan di kota…
17. Wadah bagi ormas-ormas Islam di Indonesia pada zaman sebelum kemerdekaan…
19. KH. Abdul Halim dianugerahi gelar sebagai pahlawan nasional oleh presiden…

Jumat, 30 Juli 2021

RPP SKI 1 LEMBAR: Peradaban Masyarakat Makkah Sebelum Islam

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

 

Satuan Pendidikan      : MA Wahid Hasyim Bangsri

Mata Pelajaran           : Sejarah Kebudayaan Islam

Kelas/Semester           : Sepuluh (X)/ Gasal

Materi Pokok              : Peradaban Masyarakat Makkah  Sebelum Islam

Alokasi waktu             : 4x45 Menit (2 pertemuan)

A.      Kompetensi Dasar

1.          Menganalisis kebudayaan masyarakat Makkah sebelum Islam

2.          Menilai kebudayaan masyarakat Makkah sebelum Islam

B.      Tujuan pembelajaran

Setelah mengikuti proses pembelajaran, siswa diharapkan dapat:

1.          Peserta didik dapat menganalisis kebudayaan masyarakat Makkah sebelum Islam

2.          Mampu Memaparkan kondisi masayarakat Makkah sebelum Islam

C.      Kegiatan pembelajaran

Kegiatan Pendahuluan                     15 menit

- Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa  untuk  memulai pembelajaran

- Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin dan memberikan motivasi

Kegiatan Inti                                      60 menit

- Mengamati gambar tentang peradaban masyarakat Makkah sebelum Islam dan menyimak penjelasan Guru

- Memberi komentar atau menanya terhadap gambar yang diamati

- Menentukan dan mengumpulkan sumber informasi berkaitan dengan peradaban masyarakat Makkah sebelum Islam

- Merumuskan dan menganalisis kembali hasil temuan dari beberapa sumber belajar tentang peradaban masyarakat Makkah sebelum Islam

- Mempresentasikan kesimpulan         yang telah dirumuskan berkaitan dengan peradaban masyarakat Makkah sebelum Islam

Kegiatan Penutup                            15 menit

- Membuat rangkuman/simpulan pelajaran.tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.

- Melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan.

 

D.      Penilaian pembelajaran

v Penilaian Sikap               : Non tes (pengamatan)

v Penilaian Pengetahuan    : Penilaian tertulis/penugasan

v Penilaian Keterampilan  : Unjuk kerja

 

                    Bangsri, 10 Juli 2021

Kepala Madrasah

 

Achmad Sokhib, S.Si
NIG. 03.03.05. 022

Guru Bidang Studi

  

Choirin Widadiyah, S.Pd.
NIG: 03.03.15.050

Minggu, 25 Juli 2021

TTS SKI KELAS X: DINASTI UMAYYAH II ANDALUSIA

CROSSWORD PUZZLE:  DINASTI UMAYYAH ANDALUSIA

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10


MENDATAR:

3.    Ilmuwan  bidang sains yang lahir pada masa Daulah Umayyah di Andalusia dan terkenal dengan karyanya dalam bidang penyakit campak dan cacar

5.    Pada periode kelima muncul kekuatan yang dominan yaitu Daulah yang berasal dari Afrika Utara, yaitu Daulah..

7.    Dalam perjalanan penaklukan Andalusia, Thariq bin Ziyad dan pasukannya menyebrangi selat yang bernama selat Gibraltar atau disebut juga dengan?

9.    Tokoh pertama dalam sejarah filsafat Spanyol adalah Abu Bakar Muhammad ibn Sayigh, atau lebih dikenal dengan?

10.  Sebelum ditaklukkan oleh Islam, Afrika Utara telah menjadi basis kekuasaan Romawi, yang saat itu dibawah oleh kerajaan?

MENURUN:

1.    Dalam bidang Fiqih, Islam di Spanyol menganut Madzhab?

2.    Pada Periode kedua umat islam di bawah pemerintahan Daulah Umayyah Andalusia di pimpin oleh seorang yang bergelar?

4.    Andalusia sekarang bernama?

6.    Masyarakat muslim Spanyol merupakan masyarakat yang majemuk yang terdiri dari berbagai komunitas, salah satunya adalah orang islam yang berasal dari afrika utara. Suku ini disebut?

8.   ilmuwan muslim yang terkenal dengan karyanya Al-Qanun fi at-Thib, orang-orang barat menyebut ilmuwan ini dengan nama apa?

 


Selasa, 03 November 2020

KEMUNDURAN PERADABAN ISLAM MASA DAULAH SYAFAWI

Setelah mangkatnya Khalifah Abbas I, Daulah Syafawi berturut-turut diperintah oleh enam Khalifah, yaitu Safi Mirza (1628-1642 M), Abbas II (1642-1667 M), Sulaiman (1667-1694 M), Husein (1694- 1722 M), Tahmasp II (1722-1732 M) dan Abbas III (1733-1736 M). Pada masa pemimpin-pemimpin tersebut kondisi Daulah Syafawi tidak menunjukkan kemajuan atau berkembang, tetapi justru memperlihatkan kemunduran yang akhirnya membawa kepada kehancuran.

Kemunduran pertama terjadi pada masa Safi Mirza (cucu Abbas I), karena dia seorang pemimpin yang lemah dan sangat kejam terhadap pembesar-pembesar Daulah. Di lain sisi dia juga seorang pencemburu, sifat tidak baiknya akhirnya mengakibatkan mundurnya kemajuan kemajuan yang telah diperoleh dalam pemerintahan sebelumnya.

Satu persatu wilayah kekuasaan Daulah Syafawi lepas ke penguasa daulah lain. Kota Qandahar diduduki oleh Daulah Mughal yang ketika itu diperintah oleh Sultan Syah Jehan, sementara Baghdad direbut oleh Daulah Usmani. Abbas II suka minum- minuman keras sehingga ia jatuh sakit dan meninggal. Sebagaimana Abbas II, Sulaiman juga seorang pemabuk. Ia bertindak kejam terhadap para pembesar yang dicurigainya. Akibatnya rakyat bersikap  masa bodoh terhadap pemerintah.

Pemberontakan terjadi pertama kali tahun 1709 M dilakukan oleh bangsa Afghan di bawah pimpinan Mir Vays yang berhasil merebut wilayah Qandahar. Pemberontakan lainnya terjadi di Heart, suku Ardabil Afghanistan berhasil menduduki Mashad. Mir Vays diganti oleh Mir Mahmud dan ia dapat mempersatukan pasukannya dengan pasukan Ardabil, sehingga ia mampu merebut negeri-negeri Afghan dari kekuasaan Syafawi.

Karena desakan dan ancaman Mir Mahmud, Shah Husein akhirnya mengakui kekuasaan Mir Mahmud dan mengangkatnya menjadi gebernur di Qandahar  dengan gelar Husei Quli Khan (budak Husein). Dengan pengakuai ini, Mir Mahmud makin leluasa bergerak sehingga tahun 1721 M, ia merebut Kirman dan tak lama kemudian ia menyerang Isfahan dan memaksa Shah Husein menyerah tanpa syarat. Pada tanggal 12 Oktober 1722 M Shah Husein menyerah dan 25 Oktober Mir Mahmud memasuki kota Isfahan dengan penuh kemenangan.

Salah seorang putera Husein yaitu Tahmasp II, mendapat dukungan penuh dari suku Qazar dari Rusia, memproklamirkan dirinya sebagai penguasa yang sah dan berkuasa atas Persia dengan pusat kekuasaannya di Astarabad. Tahun 1726 M, Tahmasp II bekerjasama dengan Nadir Khan dari suku Afshar untuk memerangi dan mengusir bangsa Afghan yang menduduki Isfahan. Pengganti Mir Mahmud, Asyraf yang berkuasa di Isfahan dikalahkan oleh pasukan Nadir Khan tahun 1729 M. Asyraf sendiri terbunuh dalam peperangan itu.

Dengan demikian Daulah Syafawi kembali berkuasa. Namun, pada bulan Agustus 1732 M, Tahmasp II dipecat oleh Nadir Khan dan digantikan oleh Abbas III (anak Tahmasp II) yang ketika itu masih sangat kecil. Empat tahun setelah itu, tepatnya tanggal 8 Maret 1736, Nadir Khan mendaulat dirinya sebagai Daulah menggantikan Abbas III. Dengan demikian berakhirlah kekuasaan Daulah Syafawi di Persia.

Adapun sebab-sebab kemunduran dan kehancuran Daulah Syafawi adalah:

1.            Adanya konflik yang berkepanjangan dengan Daulah Usmani. Berdirinya Daulah Syafawi yang bermadzhab Syi'ah merupakan ancaman bagi Daulah Usmani, sehingga tidak pernah ada perdamaian antara dua penguasa besar ini.

2.            Terjadinya dekadensi moral yang melanda sebagian pemimpin Daulah Syafawi, yang juga ikut mempercepat proses kehancuran Daulah ini. Khalifah Sulaiman yang pecandu narkotik dan menyenangi kehidupan malam selama hampir tujuh tahun tidak menyempatkan diri menanggapi pemerintahan.

3.            Pasukan Ghulam (budak-budak) yang dibentuk Abbas I ternyata tidak memiliki semangat juang yang tinggi seperti semangat Qizilbash. Hal ini dikarenakan mereka tidak memiliki ketahanan mental karena tidak dipersiapkan secara terlatih dan tidak memiliki bekal rohani. Kemerosotan aspek kemiliteran ini sangat besar pengaruhnya terhadap runtuhnya ketahanan dan pertahanan Daulah Syafawi.

4.            Seringnya terjadi konflik intern dalam bentuk perebutan kekuasaan dikalangan keluarga istana.

KEMAJUAN PERADABAN ISLAM MASA DAULAH SYAFAWI

Pencapaian Daulah Syafawi tidak hanya dalam bidang politik. Dalam bidang yang lain terdapat kemajuan yang signifikan. Lahirnya para ilmuwan dan arsitek pada zaman itu berpengaruh besar terhadap karya-karya yang tercipta, sehingga menjadi monumen-monumen penting dalam perjalanan Daulah Syafawi. Pilar-pilar kemajuan tersebut sampai sekarang masih banyak yang bisa disaksikan dan menjadi destinasi wisata internasional.

Di antara kemajuan-kemajaun tersebut antara lain :

1.                                Bidang Ekonomi

Kemajuan ekonomi pada masa itu bermula dengan penguasaan atas kepulauan Hurmuz dan pelabuhan Gumrun yang diubah menjadi Bandar Abbas. Dengan demikian Syafawiyah menguasai jalur perdagangan antara Barat dan Timur. Jalur yang pada mulanya diperebutkan oleh Belanda, Inggris dan Perancis.

Di samping sector perdagangan, Syafawiyah juga mengalami kemajuan dalam bidang pertanian, terutama hasil pertanian dari daerah Bulan Sabit yang sangat subur (Fertille Crescent).

2.                                       Bidang Ilmu Pengetahuan

Sepanjang sejarah Islam Persia dikenal sebagai bangsa yang telah berperadaban tinggi dan berjasa mengembangkan ilmu pengetahuan. Oleh karenanya tidaklah mengherankan apabila pada masa Daulah Syafawi, tradisi keilmuan terus berkembang dengan baik.

Pada Daulah Syafawiyah muncul ilmuwan-ilmuwan terkenal di antaranya Baha al-Din al-Syaerazi (generalis ilmu pengetahuan), Sadr al-Din al-Syirazi (filsuf) dan Muhammad Baqir ibn Muhammad Damad (filsuf, ahli sejarah, teolog, yang pernah mengadakan observasi atas kehidupan lebah). Ilmu fikih juga berkembang baik pada saat itu, di antara tokohnya adalah Baharuddin Al-Amili, selain sebagai pakar agama, ia juga sebagai ahli kebudayaan yang mengetahui persoalan-persoalan dari berbagai segi

3.                                       Bidang Pembangunan Fisik dan Seni

Para pemimpin Daulah Syafawi telah mengubah wajah Isfahan, yang merupakan pusat pemerintahan menjadi kota yang sangat indah. Isfahan merupakan kota yang sangat penting bagi tujuan politik, ekonomi dan  ilmu pengetahuan. Di kota tersebut berdiri bangunan-bangunan megah seperti masjid, rumah sakit, sekolah-sekolah, jembatan raksasa di atas Zende Rud, dan istana Chihil Satun.

Kota Isfahan menjadi semakin indah dengan dibuatnya taman-taman wisata terbuka. Ketika Abbas I wafat, di Isfahan terdapat 162 masjid, 48 akademi, 1802 penginapan, dan 273 pemandian umum.

Dalam bidang seni, arsitektur bangunan-bangunannya yaitu seperti yang terlihat pada masjid Shah (1611 M) dan masjid Syaikh Lutf Allah (1603 M). Unsur seni lainnya juga terlihat pada hasil kerajinan tangan, keramik, permadani, karpet, pakaian, tembikar dan lain-lain. Seni lukis juga sudah mulai muncul pada masa ini tepatnya pada saat Sultan Tahmaps I berkuasa.

Daulah Syafawi telah memberikan kontribusinya mengisi peradaban Islam melalui kemajuan-kemajuan dalam bidang ekonomi, ilmu pengetahuan, peninggalan seni dan gedung-gedung yang memiliki nilai sejarah yang tinggi.